Senin, 05 Agustus 2013

Etika dalam Psikologi Sosial

1.   Bentuk kelompok

A.    Kelompok Primer
Menurut Goerge Homans kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang sering berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara. Misalnya: keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
Menurut Charles Horton Cooley, dalam bukunya Social Organization, kelompok sosial dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu kelompok primer adalah pengelompokan anggota-anggota masyarakat yang terorganisir secara adat, baik berdasarkan ikatan kedaerahan maupun hubungan darah. Contoh marga di Sumatera, trah di jawa dan suku di Papua.
Dalam kelompok primer terdapat interaksi sosial yang lebih intensif dan lebih erat diantara mereka dari pada kelompok sekunder. Dalam kelompok primer terjadi hubungan yang face to face group, yaitu kelompok sosial yang anggotanya sering berhadapan muka antara astu dengan yang lainnya dan saling mengenal dari dekat, sehingga saling berhubungan lebih erat.
Peranan kelompok primer dalam kehidupan individu besar sekali karena karena di dalam kelompok inilah individu berkembang dan dididik sebagai mahluk sosial. Di dalam kelompok inilah individu mengembangkan sifat-sifat sosial seperti mengindahkan norma-norma, melepaskan kepentingan dirinya demi kepentingan kelompok, belajar bekerjasama dengan individu lain,dan mengembangkan kecakapannya guna kepentingan kelompoknya.
Contoh kelompok primer adalah keluarga, rukun tetangga,kelompok kawan sepermainan, kelompok belajar dsb. Sifat interaksi dalam kelompok primer ini bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati.
B.     Kelompok Formal
Kelompok formal adalah kelompok yang dibentuk atau disusun secara resmi oleh manajer dimana kelompok tersebut diberikan tugas dan pekerjaan yang terkait dengan pencapaian tujuan organisasi. Disamping struktur yang formal tersebut terdapat pula pola informal yang di identifikasi didalamnya individu-individu berasal dari kesamaan visi, tujuan, budaya, latar belakang pendidikan, agama, dan etnis, namun kelompok informal ini tidak memiliki struktur dan pembagian tugas yang jelas. 
Contoh kelompok formal adalah organisasi badan-badan pemerintah yaitu, Organisasi Badan Pengatur Penyediaaan dan Pendistribusian BBM

C.    Kelompok Referensi
Kelompok referensi disebut juga sebagai acuan.  Kelompok acuan memberikan standar (norma atau nilai) yang dapat menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang berfikir atau berperilaku. Kelompok referensi merupakan sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seorang secara langsung atau tidak langsung.  Kelompok referensi ini berguna sebagai referensi seseorang dalam pengambilan keputusan dan sebagai dasar pembandingan bagi seseorang dalam membentuk nilai dan sikap umum / khusus atau pedoman khusus bagi perilaku.

Pengertian Kelompok Referensi menurut para ahli :
1.       Menurut Sumarwan : Kelompok referensi (preference group) adalah seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi seseorang.
2.      Sedangkan menurut  Kotler dan Keller : Kelompok referensi sebagai kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang.
Pada awalnya kelompok acuan dibatasi secara sempit dan hanya mencakup kelompok-kelompok dengan siapa individu berinteraksi secara langsung.
Contohnya keluarga dan teman-teman akrab.
Tetapi konsep ini secara berangsur-angsur telah diperluas mencakup pengaruh perorangan atau kelompok secara langsung maupun tidak langsung. Kelompok acuan tidak langsung terdiri dari orang-orang atau kelompok yang masing-masing tidak mempunyai kontak langsung,
Contoh kelompok referensi adalah para bintang film, pahlawan olahraga, pemimpin politik, ataupun orang yang berpakain baik dan kelihatan menarik di sudut jalan.


2. Dasar-dasar Daya Tarik Antar Orang, dilandasi :

     A.   Kesempatan untuk Berinteraksi
Hal yang membuat manusia tertarik pada orang lain dan kemudian membentuk satu kelompok adalah kesempatan berinteraksi satu sama lain. Dengan kata lain orang yang jarang berinteraksi akan sulit untuk saling tertarik. Interaksi timbul karena adanya daya tarik. Atau daya tarik akan timbul karena adanya interaksi.
Sebuah penelitian membuktikan bahwa lingkungan merupakan salah satu factor yang dapat menaikkan atau menurunkan kesempatan berinteraksi. Hubungan interaksi dengan factor lingkungan adalah :
a.       Hubungan dengan jarak dan fisik
Orang yang tinggal atau bekerja berdekatan mempunyai kesempatan yang lebih besar dalam berinteraksi. Dengan demikian kesempatan untuk membentuk kelompokn akan lebih besar dibanding dengan mereka yang tinggal berjauhan.
Seorang peneliti yang meneliti sejumlah kantor ketatausahaan. Hasilnya membuktikan bahwa jarak sangat mempengaruhi mereka dalam berinteraksi. Karyawan yang seringkali berinteraksi akan mengembangkan jalinan hubungan karja dan kesetiaaan.
b.      Jarak pisikologi dan arsitektur.
Selain jarak fisik, yang menyebabkan penghalang orang berinteraksi juga adalah pengaturan letak susunan kerja hasil dari arsitektur. Dengan kata lain pengaturan arsitek dalam mendesain suatu gedung tempat kerja atau tempat tinggal, memberikan pengaruh yang cukup besar dalam kesempatan berinteraksi.
Arsitektur dapat menciptakan halangan-halangan atau dorongan-dorongan fisik atau pisikologi untuk berinteraksi.

Ada beberapa tipe berinteraksi. Yaitu :
1. singkat interaksi : interaksi antar satu individu yang hanya tegur sapa saja, tanpa ada hubungan berkelanjutan. Biasanya interaksi ini terjadi ketika berhadapan dengan orang baru dan tidak ada kesempatan lain untuk saling mengenal lebih dalam.
2. interaksi medium : yaitu interaksi antara individu yang terjadi dalam waktu yang lama. Seperti interaksi bersama guru, teman, sahabat bahkan pedagang sekalipun.
3. interaksi panjang : interaksi yang terjadi sekitar 10 tahun atau lebih, dan interaksi tersebut tidak berhenti sampai meninggal dunia. Contoh interaksi yang panjang adalah bersama orang tua, kakak, nenek, kakek dan lain-lain. Biasanya interaksi panjang terjadi bersama keluarga. Sebab keluarga menerima apa adanya.
Contoh:

·         Kedekatan lingkungan tempat tinggal: keakraban dengan tetangga sebelah rumah dikarenakan seringnya bertemu.
·         daya tarik karena adanya kedekatan nyata atau fisik: seseorang tertarik pada orang lain karena kedekatan tempat duduk saat di bangku sekolah
·         saat diadakannya suatu seminar atau forum diskusi, yang melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan. Dapat menimbulkan ketertarikan antar individu yang ada mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut merupakan wadah yang memberikan kesempatan antar individu untuk dapat saling berinteraksi.

B.  Status
Status merupakan salah satu faktor yang menentukan pula dalam daya tarik antar individu. Ada dua tendensi di bidang ini. seseorang itu lebih suka berinteraksi dengan orang lain karena adanya kesamaan status. Dan seseorang itu akan lebih tertarik pada orang yang bersetatus lebih tinggi.
Kecendrungan yang pertama menunjukkan bahwa seseorang yang mempunyai setatus tinggi lebih menyukai berinteraksi sesamanya.
Adapan kecendrungan yang kedua adalah orang yang dari kelompok status lebih rendah akan lebih ingin untuk berinteraksi pada orang yang bresetatus lebih tinggi dari dirinya dibanding berinteraksi dengan orang yang berstatus sama dengannya.
Contoh :
·         Gender:  ketertaikan timbul saat berinteraksi dengan lawan jenis. Seorang pria akan tertarik dengan seorang wanita.
·         Kekayaan: seorang mahasiswa yang orangtuanya memiliki kekayaan yang besar akan lebih tertarik pada mahasiswi lain yang setara dengan keluarganya.
·         Pendidikan: seorang yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah bersosialisai dengan orang yang berpendidikan setingkat dengannya.
C.    Kesamaan Latar Belakang
Latar belakang yang sama merupakan salah satu faktor penentu dari proses daya tarik individu untuk berinteraksi satu sama lain. Misalnya usia, agama, pendidikan, ras, dan status sosial seseorang akan memudahkan untuk menemukan daya tarik berinteraksi satu sama lain.
Contoh :
·            Seseorang yang baru berkenalan akan saling tertarik saat mereka memiliki kesamaan suku, misalanya seorang itu bermarga/boru silalahi dan seorang yang lain bermarga/boru tambunan
·            Kesamaan agama: sesorang akan lebih tertarik kepada yang lain yang seiman dengannya, dikarekan akan lebih mudah menambah keimanannya.
·            Usia: Seorang pemuda akan tertarik dengan pemudi yang seusian dengannya.
     D.      Kesamaan Sikap
Kesamaan sikap ini sebenarnya pengembangan lebih lanjut dari kesamaan latar belakang. Orang-orang yang mempunyai kesamaan latar belakang. Orang-orang yang mempunyai kesamaan latar belakang nampaknya mempunyai kesamaan pengalaman, dan orang yang mempunyai kesamaan pengalaman ini lebih memudahkan untuk berinteraksi dibandingkan orang yang tidak mempunyai kesamaan pengalaman. Daya tarik orang-orang yang berinteraksi yang disebabkan karena kesamaan sikap ini dapat dilihat dalam pergaulan-pergaulan :
-          Antara mahasiswa
-          Orang bertetangga
-          Teman sejawat
-          Pasangan yang sudah kawin
-          Tentara
-          Buruh suatu pabrik dll.

Contoh:

·            Misalnya, Susi Susanti dan Alan Budikusuma itu adalah sepasang suami istri, yang awalnya mereka saling tertarik satu sama lain, dan yang dapat menyebabkan ketertarikan itu mungkin karena mereka sama-sama berprofesi sebagai atlet bulutangkis yang tentunya mereka mempunyai kegemaran pada bulutangkis.
·            Seseorang akan lebih cepat bergaul/ berteman dengan orang lain yang memiliki pola pandangan yang sama. Dikarenakan akan ada koneksi yang berkesinambungan disaaat bertukar pikiran.
·            Fisik merupakan hal yang pertama kali diperhatikan oleh orang lain. Fisk yang bagus, ketampanan/kecantikan, yang didukung dengan kerapian, kebersihan, kecakapan akan menyebabkan saling ketertarikan antar individu



3. Teori-Teori Organisasi
      A.    Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka
ó Sistem Tertutup adalah Sifat yang menonjol dari sistem tertutup adalah adanya kecendrungan yang kuat untuk bergerak mencapai keseimbangan dan entropi yang statis. Sifat ini menunjukkan adanya kebekuan atau tepatnya keseimbangan yang beku. Istilah entropi aslinya dipergunakan dalam ilmu-ilmu fisika. Ia mempunyai pengertian dipergunakan pada setiap sistem yang tertutup dengan tidak adanya potensi berikutnya untuk membangkitkan daya kerja atau usaha transformasi. Fisika konvensional hanya berkenaan  dengan sistem tertutup,  yang terisolasi terhadap lingkungan. Dalam teori kimia fisis dijelaskan reaksi-reaksi, rata-rata dan kesetimbangan kimia yang ditetapkan dalam bejana tertutup dimana sejumlah reaktan dijadikan satu. Hukum termodinamika menyatakan bahwa hukum tersebut hanya diterapkan pada sistem tertutup saja.
Sistem tertutup ini dinamakan pula sebagai sistem yang klasik atau tradisional. Artinya bukan lagi tidak dipakai melainkan sudah ada system yang lebih baru. Sistem ini masih dianggap penting sampai sekarang .
Karakteristik lain yang dapat dipergunakan untuk mengenal system tertutup ini seperti yang dikatakan oleh Tom Burns dan G.M Stalker adalah :
1.      Tugas rutin terjadi dalam keadaan yang stabil
2.      Adanya pembagian tugas
3.      Sarana 
4.      Konflik di dalam organisasi diselesaikan dari atasan
5.      Pertanggungjawaban
6.      Rasa tanggung jawab dan loyalitas seseorang diberikan kepada subunit birokrasi yang telah dibebankan kepadanya
7.      Organisasi dipahami sebagai suatu struktur hierarki
8.      Pengetahuan hanya inklusif berada pada pucuk hierarki ( pimpinan )
9.      Interaksi diantara orang – orang dalam organisasi cendrung vertical 
  10.   Gaya interaksidiarahkan untuk mencapai kepatuhan , komando dan hubungan yang jelas antara atasan dan bawahan
  11.  Loyalitas dan kepatuhan pada seorang atasan dan organisasi pada umumnya sangat ditekankan
  12.  Pristise dalah pelekat didalamnya , yakni bahwa kedudukan seseorang itu didalam organisasi sangat ditentukan oleh kantor dan derajat seseorang
Contoh:
Dapat diambil kesimpulan bahwa sistem tersebut menekankan adanya keteraturan seperti mesin pabrik yang bergerak berdasarkan aturannya untuk menjaga adanya kestabilan.
ó Sistem Terbuka adalah dimana organisasi dengan sistem terbuka dapat digambarkan seperti fenomena nyala api lilin, sinar yang dipancarkannya akan memengaruhi kondisi lingkungan di sekelilingnya. Daniel Griffiths mengatakan bahwa organisasi (sistem) berada dalam lingkungan (suprasistem) yang didalamnya memuat pula sub sistem (perangkat administrasi dalam organisasi). Batasan antar sub sistem dibuat dengan garis putus-putus yang berarti antar bagian dapat saling menembus (permeable). Antara subsistem yang terlibat dapat saling mempengaruhi lewat hubungan yang interaktif dan adaptif antar komponen. Masalah yang terjadi pada satu bagian dapat menjadi ancaman terhadap fungsi keseluruhan. Setiap organisme yang hidup pada dasarnya merupakan sistem yang terbuka. Mereka mempertahankan diri dalam sebuah pemasukan dan pengeluaran yang berkesinambungan, pembangunan dan kerusakan komponen-komponen, tidak pernah selama hidupnya berada dalam kesetimbangan kimiawi dan termodinamis, tapi tetap berada dalam sebuah keadaan tetap yang berbeda jauh dengan keadaan sebelumnya.
Dalam pengertian umum, sistem ini lebih menekankan saling hubungan dan saling ketergantungan antara unsure-unsur organisasi yang bersifat social dan teknologi. Organisasi dipertimbangkan sebagai serangkaian variable yang saling berhubungan sehingga jika salah satu variable berubah menyebabkan berubahnya variable lainnya.
Karakteristik dari sistem terbuka menurut Burns dan Stalker merupakan kebalikan dari karakteristik dari sistem tertutup yang sebagai berikut :
1.      Tugas yang tidak rutin berlangsung dalam kondisi yang tidak stabil
2.      Pengetahuan spesialis menyebar pada tugas – tugas pada umumnya
3.      Hasil lebih diutamakan
4.      Konflik didalam organisasi diselesaikan dengan interaksi antara teman sejawat
5.      Pencairan pertanggung jawaban ditekankan
6.      Rasa pertanggungjawaban dan loyalitas seorang adalah pada organisasi secara keseluruhan
7.      Organisasi dipandang sebagai struktur network yang merembes
8.      Pengetahuan atau informasi dapat berada dimana saja dalam organisasi
9.      Interaksi diantara orang – orang didalam organisasi cendrung bergerak horizontal
  10.  Gaya interaksi yang diarahkan untuk mencapai tujuan lebih bersifat saran dibandingkan pemberian instruksi
  11.  Hasil tugas dan pelaksanaan kerja yang baik diutamakan
  12.  Prestise ditentukan dari pihak luar
Kerangka dasar sistem ini memulai dari preposisi teori bahwa semua organisasi – organisasi sosial memberikan peranan tertentu. Adapun karakteristik menurut Nigro sebagai berikut :
1.      Secara ajeng sistem ini mencari dan memerlukan sumber – sumber dalam bentuk material dan kemanusiaan
2.      Organisasi mentransformasi inputs dalam bentuk hasil –hasil seperti barang dan jasa pelayanan
3.      System terbuka mengirim hasil produksinya ke pihak luar, yakni lingkungan
4.      Struktur organisasi dikembangkan sekitar aktivita – aktivita yang telah menpola
5.      Organisasi hidup dan menolak disorganisasi
6.      Umpan balik dalam bentuk informasi mengenai keadaan lingkungan
7.      System terbuka menginginkan adanya keseimbangan dan kestabilan antara factor – factor didalam dan diluar organisasi
8.      Pengembangan struktual dan spesialis tugas merupakan merupakan jawaban umum dalam mencari sumber dan adaptasi
Contoh:
Teori sistem terbuka merupakan generalisasi yang penting dari teori fisik kinetik dan thermodinamik. Teori ini telah menghasilkan suatu prinsip dan wawasan baru seperti misalnya prinsip equifinalitas, generalisasi prinsip thermodinamik kedua, peningkatan keteraturan yang mungkin dalam sistem terbuka terjadinya fenomena periodis, overshoot dan kesalahan permulaan dan lain-lain. Konsep sistem terbuka menemukan aplikasinya dalam ilmu pengetahuan tentang bumi, geomorphologi dan meteorologi dengan memberikan suatu perbandingan terperinci dari suatu konsep meteorologis dan konsep organismik Bertalanffy dalam bidang biologi.

  B.     Konsep perspektif
Beberapa pendekatan perspektif yang berbeda satu sama lain bisa dipergunkan untuk menganalisis teori atau konsep organisasi. Pendekatan perspektif dipergunkan untuk memahami bahwa mempelajari teori organisasi tidak hanya cukup menggunkan a single dan unified models dari tatanan suatu organisasi. Akan tetapi banyak pendekatan dan cara yang berbeda yang bisa dipakai. Istilah perspektif dipakai sebagai konsp Umbrella dimana kita bisa memakai berbagai pandangan yang relevan. Istilah perspektif dipergunakan untuk memperjelas pengelompokan atau pembagian teori-teori organisasi yang sejalan atau paling tidak yang berkembang pada kurun waktu yang sama. Pada aslinya konsep perspektif ini dipergunakan dalam manajemen, akan tetapi inti pembahasannya dipergunakan pula untuk teori organisasi.
Menurut Huse dan Bowditch (1973) ada 3 golongan aliran perspektif ini, yakni:
(1) Perspektif I
(2) Perspektif II
(3) Perspektif III
Perspektif I ini intinya melihat konsep organisasi/manajemen dari faham klasik. Aliran ini pada intinya mengartikan organisasi sebagai suatu isue-isue  tentang bagaimana organisasi itu disusun, fungsi-fungsi dirancang dan dibiayai, kewenangn dan tanggungjawab dijalankan, span pengawasan dijalankan  dan gaya kepemimpinan yang bagaimana yang seharusnya dijalankan.
Ada 3 aliran yang menonjol pada perspektif I ini, yakni aliran prinsip-prinsip organisasi/manajemen universal, aliran struktural, dan aliran manajemen ilmiah.
Perspektif II, dalam perspektif ini konsep oranisasi lebih diartikan sebagai aliran pekerjaan Konsep dasarnya bagaimana suatu informasi itu bisa dijalankan dan disampaikan dengan sebaiknya melalui alat analisa yang tepat pada perspektif ini konsep oganisasi sudah mengenalkan riset operasional.
Perspektif III, dalam hal ini konsep organisasi/manajemen sebagian besar titik perhatian pada human perspektif
dalam pandangan perspektif organisasi dan manajemen bahwa manusia dalam setiap satuan kerja organisasi menjadi lebih penting dibandingkan dengan struktur seperti yang diteknakan dalam aliran perspektif I
Contoh :
·         Dikatakannya, sebagai lawan dari perspektif rasional yang menenakan stabilitas dan equalibrium, maka perspektif konflik memberikan analisa tentang terjadinya perbedaan yang menimbulkan konflik. Dengan demikian dalam organisasi tidak mesti harus stabil dan damai saja, akan tetapi ada munculnya konflik.
·         Dalam perspektif ini organisasi sebagaimana bentuk suatu sistem sosial bisa dianalisis secra baik jika dilihat dari proses interaksi di antara angotanya (social activities among the members). Proses interksi sosial inilah yang menjadi pusat perhatian dari perspektif ini.
·         Perspektif ini menekankan bahwa dalam suatu organisasi selain faktor human/manusia maka mesin sebagai produk dari tehnologi itu juga berperan amat penting. Manusia sebagai masternya maka tehnologimenjadi faktor penentu dari keberhasil suatu entity yang disebut organisasi

 




Lihat Pula :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar